Berita

TRAINING WORSKHOP AUDITOR LINGKUNGAN RISIKO TINGGI

Sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 03 tahun 2013 tentang Audit Lingkunganterdapat tigajenis audit lingkungan yang diwajibkan untuk dilakukan oleh pelaku usaha, yaitu (1) audit lingkungan sukarela, dalam kaitan ini pemerintah mendorong kepada usaha/kegiatan melakukan audit lingkungan dengan tujuan untuk menngkatkan kinerja lingkungan; (2) kegiatan yang memiliki risiko tinggi terhadap lingkungan; dan (3) usaha/kegiatan yang menunjukan ketidaktaatan terhadap peraturan perundangan. Jenis audit kedua dan ketigaadalah audit lingkungan yang bersifat wajib dengan ketetapan dari Pemerintah dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan RI.

 

Untuk melaksanakan audit lingkungan baik audit lingkungan sukarela maupun audit lingkungan yang diwajibkan, harus disusun oleh auditor yang memiliki sertifikat kompetensi audit lingkungan (Undang-Undang RI No. 32 pasal 51). Pelatihan audit lingkungan hidup merupakan salah satu persyaratan untuk memperoleh sertifikat kompetensi. Namun sampai dengan saat ini kurikulum pelatihan auditor lingkungan hidup yang ada hanya dapat memenuhi kompetensi audit lingkungan peningkatan kinerja lingkungan dan audit lingkungan ketidaktaatan terhadap peraturan perundangan lingkungan hidup. Kurikulum untuk melatih kompetensi auditor yang mampu untuk melakukan audit resiko tinggi lingkungan (major hazard/major environmental risk) belum dirumuskan, sehingga dilapangan terjadi gap (kesenjangan) yang cukup signifikan antara kebutuhan untuk melakukan audit risiko tinggi lingkungan dengan kompetensi yang tersedia untuk itu.

 

Untuk menjembatani gap tersebut, PERTALINDO mengambil inisiatif untuk melakukan Training Workshop selama 4 (empat) hari dengan tujuan agar para auditor yang sekarang memiliki sertifikat kompetensi audit lingkungan dapat melakukan pekerjaan audit lingkungan risiko tinggi sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan, baik oleh KLH maupun masyarakat industri yang membutuhkannya.